AW Surveys

Kamis, 21 Januari 2010

Doa Malam Yang Diinterupsi Oleh Tuhan

Bapa di surga ?
|
Ya?
|
Jangan menyela. Aku sedang berdoa.
|
Tapi kamu memanggil-Ku.
|
Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.
|
Bapa di surga?.
|
Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.
|
Melakukan apa?
|
Memanggil-Ku. Kamu bilang, "Bapa di surga." Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?
|
Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini'kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.
|
Oh, baiklah. Teruskan.
|
Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu?..
|
Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?
|
Apa?
|
Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?
|
Aku?yah?aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.
|
Oh, baiklah. Teruskan?
|
Teruskan?
|
Ya, teruskan doamu.
|
Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita .
|
Apakah kamu bersungguh-sungguh?
|
Ya, tentu saja.
|
Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?
|
Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.
|
Apakah Aku berkuasa atasmu?
|
Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak......
|
Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang?semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?
|
Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.
|
Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya...seperti kamu misalnya.
|
Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya.
Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.
|
Maksudmu orang-orang seperti Dion?
|
Dion?
|
Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.
|
Dion ? tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.
|
Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?
|
Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin?
|
Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.
|
Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.
|
Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap kebaktian.
|
Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari "Pengkritikan-ku"? Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.
|
Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu'kan? Ayo...
|
Aku tidak mau.
|
Kenapa tidak mau?
|
Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.
|
Ayo, coba dan lihatlah.
|
Ampunilah segala dosaku ... dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.
|
Bagaimana dengan Billy?
|
Nah, betul'kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!
|
Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?
|
Aku tidak bersungguh-sungguh.
|
Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya'kan?
|
Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.
|
Kamu mau tahu suatu rahasia?
|
Rahasia apa?
|
Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.
|
Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.
|
Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.
|
Sungguh, apa pun yang terjadi?
|
Sungguh, apa pun yang terjadi.
|
Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.
|
Oh, ya ?bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.
|
Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.
|
Apa maksud-Mu, Tuhan?
|
Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan ! dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.
|
Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.
|
Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali? kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku.
"Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi." Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?
|
Hmmm, aku tidak?.Oh ya,?.ketika guruku memergokiku menonton film tentang?.Astaga!
|
Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? "Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas." Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya'kan?
|
Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.
|
Baik, lanjutkan doamu.
|
Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?
|
Ya, setiap kata; setiap saat.
|
Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?
|
Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata "Amin"-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?
|
Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.
|
Tidak. Aku dapat hanya jika "kamu" sungguh menghendakinya. Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.
|
Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?
|
Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu. Selamat malam. Aku mengasihimu.
|
Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.

sumber : jawaban.com

YESUS MENAKJUBKAN

FX. Kardinal Nguyen Van Thuan selama 13 tahun (1975 - 1988) sempat dijebloskan dalam penjara oleh karena imannya kepada Yesus. Pada tanggal 15 Agustus 1975 ia di tangkap oleh komunis Vietnam dan di penjarakan selama 13 tahun. Dalam masa yang demikian ia tidak diperbolehkan membawa benda-benda yang mengandung unsur keagamaan. Selama 9 tahun ia di kurung seorang diri dalam sebuah gua yg gelap.

Pada tahun 2000, ia di minta oleh Mendiang Paus Yohanes Paulus II untuk
membimbing retret Vatican. Kumpulan renungan yang diberikan kepada pejabat Vatican itu kini dikumpulkan dalam sebuah buku : Testimony Of Hope.

Orang bertanya: "Mengapa Anda harus meninggalkan segala sesuatu- keluarga, kekuasaan dan kekayaan untuk mengikuti Yesus?"

Kardinal Nguyen mengaku: "Saya meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus, karena saya mencintai kekurangan-kekurangan Yesus."

Kekurangan I: Yesus memiliki ingatan yang jelek.

Yesus melupakan semua dosa seorang penjahat yang disalibkan di sebelah kananNya, "Hari ini juga engkau berada bersama-Ku di dalam Firdaus." (Luk 23:43)

Yesus juga mengampuni wanita berdosa yang mengurapi kakiNya dengan minyak wangi, "Dosanya yang banyak telah diampuni," (Luk 7:47)

Dalam perumpamaan anak yang hilang, Yesus menyambut anak durhaka yang memboroskan harta orang tuanya dan pulang miskin dengan kata-kata: "anak yang telah mati, hidup kembali; anak yang hilang dan didapat kembali"

Kekurangan II: Yesus tidak perhitungan

Yesus rela meninggalkan 99 domba demi mencari 1 domba yang sesat. Yesus mau duduk dengan wanita Samaria di tepi sumur Yakub. Dia juga mau bertamu di rumah Zakheus. Inilah bukti ketulusan cinta Yesus yang tidak mengenal perhitungan.

Kekurangan III: Yesus tidak main logika-logikaan

Seorang wanita yang mempunyai 10 keping perak, ketika 1 keping peraknya terjatuh, ia menyalakan lampu dan bergegas mencarinya. Setelah ia menemukan kepingan peraknya dia mengundang tetangganya untuk bersuka cita. Bagi dunia ini tidak logis. Waktu jadi mubazir. Tapi bagi Yesus: "ada suka cita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa bertobat" (Luk 15:10)

Kekurangan IV: Yesus berani ambil resiko

Dalam pemilu dan pilkada capres atau cagub, orang obral janji dan tebar pesona. Tapi Yesus ketika mengajak rasul-rasul untuk mengikutiNya untuk "meninggalkan harta demi Dia." Yesus tidak menjamin makanan dan perumahan. "serigala punya liang, burung punya sarang, tetapi Putra Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepalaNya" (Mat 8:20)

Kekurangan V: Yesus tidak mengerti ekonomi

Perhatikanlah tentang perumpamaan Kerajaan Allah seperti kebun anggur. Pekerja yang datang terlambat upahnya dibayar sama dengan pekerja yang datangnya lebih pagi (Mat 20:1- Dalam hukum ekonomi, perusahaan begini bisa cepat bangkrut dan memicu konflik. Yesus hanya berkilah: "Iri hatikah engkau, karena Aku murah hati?"

Sungguh Yesus adalah cinta dan Sang cinta itu sendiri. Cinta sejati tidak
mengenal alasan, ukuran, batas-batas, hitung-menghitung, ingat-engingat
kesalahan atau pakai syarat-syaratan.

Dengan bekal inilah Kardinal Nguyen Van Thuan mampu bertahan, melihat serta menaruh harapan kepada Yesus yang menakjubkan. 

(sumber tulisan: Kesaksian Pengharapan dari FX Kardinal Nguyen Van Thuan, OBOR Terbitan th 2002)

SelamaT Datang dan Selamat membaca semoga bermanfaat bagi anda

^^

Nyaman kan anda masuk ke tempat saya