AW Surveys

Kamis, 21 Januari 2010

Doa Malam Yang Diinterupsi Oleh Tuhan

Bapa di surga ?
|
Ya?
|
Jangan menyela. Aku sedang berdoa.
|
Tapi kamu memanggil-Ku.
|
Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.
|
Bapa di surga?.
|
Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.
|
Melakukan apa?
|
Memanggil-Ku. Kamu bilang, "Bapa di surga." Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?
|
Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini'kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.
|
Oh, baiklah. Teruskan.
|
Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu?..
|
Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?
|
Apa?
|
Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?
|
Aku?yah?aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.
|
Oh, baiklah. Teruskan?
|
Teruskan?
|
Ya, teruskan doamu.
|
Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita .
|
Apakah kamu bersungguh-sungguh?
|
Ya, tentu saja.
|
Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?
|
Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.
|
Apakah Aku berkuasa atasmu?
|
Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak......
|
Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang?semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?
|
Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.
|
Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya...seperti kamu misalnya.
|
Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya.
Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.
|
Maksudmu orang-orang seperti Dion?
|
Dion?
|
Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.
|
Dion ? tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.
|
Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?
|
Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin?
|
Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.
|
Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.
|
Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap kebaktian.
|
Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari "Pengkritikan-ku"? Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.
|
Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu'kan? Ayo...
|
Aku tidak mau.
|
Kenapa tidak mau?
|
Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.
|
Ayo, coba dan lihatlah.
|
Ampunilah segala dosaku ... dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.
|
Bagaimana dengan Billy?
|
Nah, betul'kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!
|
Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?
|
Aku tidak bersungguh-sungguh.
|
Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya'kan?
|
Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.
|
Kamu mau tahu suatu rahasia?
|
Rahasia apa?
|
Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.
|
Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.
|
Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.
|
Sungguh, apa pun yang terjadi?
|
Sungguh, apa pun yang terjadi.
|
Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.
|
Oh, ya ?bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.
|
Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.
|
Apa maksud-Mu, Tuhan?
|
Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan ! dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.
|
Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.
|
Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali? kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku.
"Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi." Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?
|
Hmmm, aku tidak?.Oh ya,?.ketika guruku memergokiku menonton film tentang?.Astaga!
|
Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? "Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas." Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya'kan?
|
Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.
|
Baik, lanjutkan doamu.
|
Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?
|
Ya, setiap kata; setiap saat.
|
Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?
|
Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata "Amin"-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?
|
Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.
|
Tidak. Aku dapat hanya jika "kamu" sungguh menghendakinya. Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.
|
Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?
|
Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu. Selamat malam. Aku mengasihimu.
|
Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.

sumber : jawaban.com

YESUS MENAKJUBKAN

FX. Kardinal Nguyen Van Thuan selama 13 tahun (1975 - 1988) sempat dijebloskan dalam penjara oleh karena imannya kepada Yesus. Pada tanggal 15 Agustus 1975 ia di tangkap oleh komunis Vietnam dan di penjarakan selama 13 tahun. Dalam masa yang demikian ia tidak diperbolehkan membawa benda-benda yang mengandung unsur keagamaan. Selama 9 tahun ia di kurung seorang diri dalam sebuah gua yg gelap.

Pada tahun 2000, ia di minta oleh Mendiang Paus Yohanes Paulus II untuk
membimbing retret Vatican. Kumpulan renungan yang diberikan kepada pejabat Vatican itu kini dikumpulkan dalam sebuah buku : Testimony Of Hope.

Orang bertanya: "Mengapa Anda harus meninggalkan segala sesuatu- keluarga, kekuasaan dan kekayaan untuk mengikuti Yesus?"

Kardinal Nguyen mengaku: "Saya meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus, karena saya mencintai kekurangan-kekurangan Yesus."

Kekurangan I: Yesus memiliki ingatan yang jelek.

Yesus melupakan semua dosa seorang penjahat yang disalibkan di sebelah kananNya, "Hari ini juga engkau berada bersama-Ku di dalam Firdaus." (Luk 23:43)

Yesus juga mengampuni wanita berdosa yang mengurapi kakiNya dengan minyak wangi, "Dosanya yang banyak telah diampuni," (Luk 7:47)

Dalam perumpamaan anak yang hilang, Yesus menyambut anak durhaka yang memboroskan harta orang tuanya dan pulang miskin dengan kata-kata: "anak yang telah mati, hidup kembali; anak yang hilang dan didapat kembali"

Kekurangan II: Yesus tidak perhitungan

Yesus rela meninggalkan 99 domba demi mencari 1 domba yang sesat. Yesus mau duduk dengan wanita Samaria di tepi sumur Yakub. Dia juga mau bertamu di rumah Zakheus. Inilah bukti ketulusan cinta Yesus yang tidak mengenal perhitungan.

Kekurangan III: Yesus tidak main logika-logikaan

Seorang wanita yang mempunyai 10 keping perak, ketika 1 keping peraknya terjatuh, ia menyalakan lampu dan bergegas mencarinya. Setelah ia menemukan kepingan peraknya dia mengundang tetangganya untuk bersuka cita. Bagi dunia ini tidak logis. Waktu jadi mubazir. Tapi bagi Yesus: "ada suka cita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa bertobat" (Luk 15:10)

Kekurangan IV: Yesus berani ambil resiko

Dalam pemilu dan pilkada capres atau cagub, orang obral janji dan tebar pesona. Tapi Yesus ketika mengajak rasul-rasul untuk mengikutiNya untuk "meninggalkan harta demi Dia." Yesus tidak menjamin makanan dan perumahan. "serigala punya liang, burung punya sarang, tetapi Putra Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepalaNya" (Mat 8:20)

Kekurangan V: Yesus tidak mengerti ekonomi

Perhatikanlah tentang perumpamaan Kerajaan Allah seperti kebun anggur. Pekerja yang datang terlambat upahnya dibayar sama dengan pekerja yang datangnya lebih pagi (Mat 20:1- Dalam hukum ekonomi, perusahaan begini bisa cepat bangkrut dan memicu konflik. Yesus hanya berkilah: "Iri hatikah engkau, karena Aku murah hati?"

Sungguh Yesus adalah cinta dan Sang cinta itu sendiri. Cinta sejati tidak
mengenal alasan, ukuran, batas-batas, hitung-menghitung, ingat-engingat
kesalahan atau pakai syarat-syaratan.

Dengan bekal inilah Kardinal Nguyen Van Thuan mampu bertahan, melihat serta menaruh harapan kepada Yesus yang menakjubkan. 

(sumber tulisan: Kesaksian Pengharapan dari FX Kardinal Nguyen Van Thuan, OBOR Terbitan th 2002)

Minggu, 11 Oktober 2009

mengapa Tuhan memberikan masalah??

[CENTER][IMG]http://www.ufos-aliens.co.uk/ANIalienHeadGrn02C.gif[/IMG][/CENTER]

Mengapa Tuhan memberikan masalah?

Dalam kehidupan ini, apapun agama yang kita anut, pasti kita sering mendapatkan permasalah, dan jujur terkadang saya pribadi sering pula mendapat permasalahan yang datang silih berganti. permasalahan yang timbul bisa permasalahan yang berat atau permasalahan yang ringan. Entah dalam permasalahan pekerjaan, bisnis, percintaan, keluarga,agama, masalah individu atau masalah lainya. Pernah suatu waktu bertanya dalam hati "katanya Tuhan sayang sama saya, lalu kenapa selalu saja hidup ini berlangsung dari permasalahan satu ke permasalahan lainnya" dan saya berkesimpulan sebagai berikut.

Permasalaan yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untuk bertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut.

Dari beberapa perenungan saya Ada lima alasan yang menurut saya mengapa Tuhan dalam memberikan masalah dalam kehidupan kita:

1. Tuhan menggunakan masalah untuk [B]MENGARAHKAN[/B] kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita.

2. Tuhan menggunakan masalah untuk [B]MENGUJI[/B] kita. Manusia bagaikan teh celup... jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi.

3. Tuhan menggunakan masalah untuk [B]MENGOREKSI[/B] kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan, teman, hubungan..., saat kita sudah kehilangan.

4. Tuhan menggunakan masalah untuk [B]MELINDUNGI[/B] kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang sahabat yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi bossnya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar.

5. Tuhan menggunakan masalah untuk [B]MENYEMPURNAKAN[/B] kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal. " ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan.

Apa yang ada di tangan kita? Dalam beberapa hal, hidup kita berada di tangan kita. Kita dapat memilih untuk menghamburkan setiap jam, hari, minggu, bulan, dan tahun demi kepentingan kita sendiri. Kita akan heran saat menyaksikan betapa banyaknya hal yang Tuhan sempurnakan dalam diri kita dan melalui kita. Jadi sabar dan jalanilah setiap permasalahan yang kita hadapi. dan permasalahan yang timbul adalah suatu rahmat untuk kita. dan menjadi sebuah tantangan kita untuk hidup yang lebih baik.

[B][FONT="Comic Sans MS"][COLOR="Red"][SIZE="3"][CENTER]so janganlah kita suudzan (berburuk sangka) sama Tuhan
point2 diatas cuma sebagian kecil dari sebagian besar kebaikkan Tuhan sama kita
seperti yang kita lihat sekarang,negara tercinta kita sedang dirundung banyak cobaan dan musibah
tetap semangat (buat sodara2 diPadang),jangan pernah terpikir kalau Tuhan itu gak adil
Tuhan telah merencanakan yg terbaik buat kita,tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan positif[/CENTER][/SIZE][/COLOR][/FONT][/B]


sumber : digenjot,kaskuser

Kisah Ikan dan Air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Kata Ayah kepada anaknya, "Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati."

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, "Hai, tahukah kamu dimana air ? 

Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan 
mati."

Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin
gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, "Dimanakah air ?"
Jawab ikan sepuh, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya.
Memang benar, tanpa air kita akan mati."

Apa arti cerita tersebut bagi kita ?
Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari ke sana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya, sampai-sampai 
dia tidak menyadarinya.....

Kehidupan dan kebahagiaan ada di sekeliling kita dan sedang kita jalani, sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita, karena saat untuk 
berbahagia adalah saat ini, saat untuk berbahagia dapat kita tentukan.

"Being happy can be hard work sometimes, it is like maintaining a nice home, you've got to hang on to your treasures and throw out the garbage."

"Being happy requires looking for the good things. One person sees the beautiful view and the other sees the dirty window, choose what you see and what you think."

"Right here, right now, from here until tomorrow"


sumber :mastopanola,kaskuser

Minggu, 05 Juli 2009

Pohon Impian.....

IMPIAN POHON

What a wonderful story....... ......... ....Gbu all

"Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan
janganlah bersandar
kepada pengertianmu sendiri" (Ams. 3:5) "

Kisah 3 pohon
Wonderful story

Memang benar kita semua punya mimpi-mimpi yang hancur dan
Allah tetap
berdiri di atas mimpi-mimpi kita yang hancur karena Dia
memiliki mimpi yang
lebih baik, lebih tinggi, lebih agung bagi kita...

Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari,
ketiganya saling
menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.
Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti
harta karun.. Aku akan
diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang
akan mengagumi
keindahannya" .

Kemudian pohon kedua berkata: "Suatu hari kelak aku
akan menjadi sebuah
kapal yang besar. Aku akan mengangkut
raja-raja
dan berlayar ke ujung dunia.
Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa
aman berada dekat
denganku".

Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya:
"Aku ingin tumbuh
menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit.
Orang-orang akan
memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk
menggapai surga dan
TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan
orang-orang akan
mengingatku" .

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul,
sekelompok penebang
pohon datang dan menebang ketiga pohon itu...

Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab
ia tahu bahwa ia
akan dibuat menjadi peti harta karun.
Tetapi...doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu
membuatnya
menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya
diletakkan di kandang
dan setiap hari diisi dengan jerami.

Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa
doanya
menjadi
kenyataan. Tetapi... ia dipotong-potong dan dibuat menjadi
sebuah perahu
nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar
untuk mengangkut
raja-raja telah berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar
dan dibiarkan
teronggok dalam gelap.

Tahun demi tahun berganti..., dan ketiga pohon itu telah
melupakan impiannya
masing-masing. .

Kemudian suatu hari...
Sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak
tempat makanan ternak
yang dibuat dari pohon pertama.
Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah
diletakkan harta
terbesar sepanjang masa.

Bertahun-tahun kemudian... Sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang
dibuat dari pohon
kedua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua
berfikir bahwa ia
tidak cukup kuat untuk melindungi
orang-orang di dalamnya. Tetapi salah
seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai: "Diam!!!" Tenanglah". Dan badai itupun
berhenti. Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas
segala raja.
Akhirnya... Seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek
lelaki yang
memikulnya.. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini
dan mati di puncak
bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat
dengan TUHAN,
karena YESUSlah yang disalibkan padanya...

KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN,
KETAHUILAH BAHWA TUHAN
MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU
BERKAT-BERKAT BESAR.
KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI
TIDAK DENGAN CARA
YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN. BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA
TUHAN BAGI
KITA.

KITA
HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI
JALAN-NYA ADALAH
YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA...


(Bagikan berkat
ini untuk orang-orang yg anda kasihi, ambillah bagian
"terkecil" dari pelayanan untuk memberitakan
KEAGUNGAN NAMA YESUS....dengan
hanya cukup ambil bagian untuk mengirimkan email ini ke
orang lain yang anda
kasihi dengan iringan doa mohon berkat bagi
mereka...... DAN.....apa yang
kelihatannya "kecil" ini suatu saat tanpa kita
sadari dapat menjadi "BERKAT
YG BESAR bagi orang lain".....DAN. . ......"BERKAT
YANG BERKELIMPAHAN juga akan turun untuk kita", Amien

Kamis, 09 April 2009

Waktu, Uang Atau Hidup Sesuai Keinginan




(Epochtimes.co.id)

Siapa yang punya waktu? Walaupun saya tahu ada sejumlah orang yang membuang waktunya dengan percuma, tetapi kebanyakan orang mendapatkan bahwa waktu mereka melesat begitu saja sebelum mereka mampu melakukan sesuatu, sedang yang lainnya selalu mengejar-ngejar waktu.


Saat ini, dengan jaman fast food, oven microwave, pencuci piring otomatis, dan robot penyedot debu, orang-orang seharusnya mempunyai banyak waktu luang karena adanya bantuan alat-alat itu.

Dan hal lain lagi, banyak diantara kita menganggap ini merupakan sebuah pembebanan pada waktu yang kita miliki saat batas kecepatan menghadang perjalanan kita pada kecepatan yang kita inginkan karena kita sedemikian tergesa-gesa!

Waktu yang mendesak, kehiruk pikukan, stress-waktu 24 jam sehari terasa tidak cukup. Sebagian orang berusaha untuk mengompensasi ‘kekurangan waktu’ dengan membuat jadwal harian yang terinci, hingga hitungan menit; tetapi seringkali malah membawa hasil yang sebalik-nya, kekurangan waktu, dan stress tambahan, walaupun lebih baik direncanakan.

Mantan Presiden Perancis Francois Mitterand (1916-1996) berkomentar, “Saya tidak pernah mengenakan jam tangan. Pecutan waktu hanya terjadi pada orang-orang yang membayangkan diri mereka sebagai kuda pacuan yang teraniaya.”

Sedang berlangsung?
Beberapa orang berlari-lari untuk menghemat waktu di sana sini. Dan suatu waktu saat mereka tiba di rumah setengah jam lebih awal, stress telah menguras energi mereka pada suatu titik dimana mereka akhirnya hanya dapat terhenyak di depan pesawat TV, nonton program yang tidak bermutu dan membiarkan iklan-iklan menghanyutkan mereka untuk percaya bahwa dengan membeli produk tertentu akan memberikan mereka kedamaian pikiran.

Dan, tentu saja pesawat TV-nya haruslah yang model terbaru yang berlayar datar. “Pada akhirnya, kita tidak memanjakan diri kita dengan barang yang lain lagi”

Tentulah akan jauh lebih baik bila kita memanfaatkan setengah jam ekstra itu untuk ngobrol dengan kawan lama yang kita temui saat sedang melakukan tugas pemasaran, atau pulang dengan mengambil jalan memutar yang lain dan mungkin akan dapat menikmati suasana sekitar yang menyenangkan.

“Isikan lebih banyak kehidupan ke dalam waktu Anda dan bukannya menjejalkan lebih banyak waktu ke dalam kehidupan Anda”

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa suatu kehidupan yang ada di jalur cepat akan membuat orang sakit. Tubuh bereaksi terhadap sebuah kehidupan yang tidak seimbang – hal ini termanifestasi pada kerontokan rambut, mungkin bahkan bisa berupa serangan jantung atau kanker.

Sebuah kehidupan yang seimbang membutuhkan suasana santai – misalnya untuk bermeditasi, momen-momen penuh dengan pengertian, gagasan spontan, hubungan antar manusia yang menyenangkan, dan udara segar.

Antoine de St. Exupery mengatakan, “Adalah hal bagus untuk tidak menganggap waktu “yang terbuang” sebagai sesuatu yang telah menggerogoti kita, tetapi sebagai sesuatu yang membuat kita jadi utuh.”

“Ya, saya ingin . . . . . tetapi saya tidak tahu dimana saya dapat menemukan waktu!” keluh banyak orang. “Tetapi sebelum saya sempat mengerjakannya, waktu sudah lewat.”

Bila kita tidak memiliki waktu untuk merenung – itu menandakan hidup kita tidak seimbang – maka itu adalah saatnya untuk memeriksa bagian mana yang kelebihan berat.

Bagaimana kita memanfaatkan waktu kita yang hanya 24 jam sehari? Hal-hal manusia apa yang telah mencuri waktu kita dari hal-hal yang seharusnya kita lakukan? Dan hal apa yang cukup penting untuk kita prioritaskan? ‘Pencuri waktu’ itu telah masuk dari mana ? Dan bagaimana kita bisa membiarkan pintu kita terbuka untuk mereka?

Berikut membahas hubungan antara waktu dan uang:
Uang atau suatu gaya hidup
“Uang membuat dunia berputar,” kata sebagian orang. Tetapi siapa yang menentukan peran utama apa yang ada dalam kehidupan pribadi seseorang?

Kita perlu mencari penghasilan untuk hidup. Adalah bijak untuk memberikan prioritas kepada hal-hal yang menuntut pembiayaan terbesar, dan kemudian pertimbangkan hal yang ‘sepele’; ini merupakan sebuah aturan sederhana untuk diikuti. Tetapi uang yang demi uang tidak boleh menjadi prioritas.

Orang secara keliru mempercayai bahwa dengan memiliki banyak uang, dan barang-barang yang bisa dibeli dengannya, membuat kita bahagia. Orang tertentu berharap bahwa uang dapat menggantikan semua yang telah hilang saat mereka mengejar uang – yaitu kesehatan dan perasaan damai dalam hati.

Ini merupakan sebuah paradoks bila seseorang ingin bekerja dalam waktu yang lama untuk menggantikan waktu bersantainya yang hilang. Coba tanyakan pertanyaan ini pada diri Anda sendiri: untuk menentukan keputusan masa mendatang berdasarkan waktu maupun uang, dapatkah uang memberi saya - atau orang lain - kedamaian? Apakah lebih baik bagi diri saya untuk mengambil cuti sehari yang tanpa dibayar? Seorang penulis menganjurkan untuk mengukur kekayaan seseorang dari banyaknya waktu yang ia miliki dan dapat ia tentukan.

George Orwell berkomentar, “Waktu bukan berputar lebih cepat dari sebelumnya, tetapi kita yang melewatinya dengan cara yang lebih terburu-buru” ini adalah PR untuk difikirkan.

“Itu semuanya baik,” beberapa orang-tua mengatakan, “tetapi Anda tidak punya petunjuk atas apa yang dituntut oleh anak-anak jaman sekarang terhadap orang-tua pada masa sekarang ini, dan alangkah mahalnya barang-barang yang mereka inginkan!”

Memang, kebutuhan dan kegiatan sekolah menghabiskan biaya, dan di atas segalanya itu, iklan telah memicu anak-anak muda ke dalam sub kesadaran mereka “itulah yang harus saya miliki.”

Tetapi merupakan suatu eksperimen yang berharga untuk mengetahui apa yang lebih dipilih oleh anak-anak: sebuah komputer game mahal yang menggambarkan monster-monster yang hebat atau menghabiskan beberapa malam bersama orang tuanya di gunung.

Sayangnya, banyak anak-anak yang sudah masuk perangkap iklan dan percaya bahwa mereka harus memiliki barang-barang itu, yang begitu memperolehnya, akan berubah menjadi suatu kekecewaan besar. Hal terbaik yang dapat diberikan kepada anak-anak adalah sesuatu yang mereka dambakan – waktu dan perhatian kita yang tidak terpecah.

Sekarang atau tidak sama sekali – “Dengan tiba-tiba jarum panjang dari jam berhenti di tempat yang sama dengan jarum kecil dan ia berkata, ‘akhirnya kita punya waktu!” (Anonim)

Berbagi waktu di tempat kerja
Bagian berikut ini relevan untuk pekerja bangsa Jerman, tetapi dapat juga diterapkan pada pekerja lain.

Dapatkah anda melewati hari-hari Anda dengan uang yang lebih sedikit, bekerja dengan waktu yang lebih sedikit untuk memperoleh lebih banyak waktu luang?

“Perwujudan kemiskinan manusia moderen adalah kurangnya waktu yang dimilikinya,” kata Ernst Ferstl.

Bekerja lebih sedikit untuk memperoleh lebih banyak waktu adalah tidak mungkin bagi banyak orang tua, khususnya bagi single parents dan bagi mereka yang bekerja dengan upah minimum. Orang-orang ini harus bekerja dalam waktu panjang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Tetapi bagi orang-orang tertentu telah menjadi suatu hal yang penting untuk dapat memanfaatkan waktu mereka dengan bijak, untuk memperbarui semangat hidup mereka, dan mengembangkan wawasan baru terhadap bagaimana dapat dengan lebih baik menjalani hidup mereka dengan kondisi yang mereka hadapi. (Heike Solinsky/The Epoch Times/bdn)

Menyebarkan Niat Baik




(Epochtimes.co.id)

Suatu ketika, seorang narapidana yang mengidap penyakit leukemia diantar ke rumah sakit kami. Pihak rumah sakit menemukan bahwa narapidana ini perlu melakukan transplantasi tulang sumsum. Walaupun dia adalah seorang penjahat, atas dasar perikemanusiaan, kita tetap harus membiarkan dia mendapatkan perawatan medis. Karenanya kami pergi ke Bank tulang sumsum negara untuk melakukan pencocokan. Diluar dugaan, kami mendapatkan ada yang cocok.


Oleh karena narapidana ini adalah penjahat kriminal kelas kakap, sebenarnya di dalam hati kecil kami juga merasa enggan menolongnya.

Dan ketika kami memberitahukan pendonor tentang identitas si penderita, kami mengingatkan kepadanya, “Anda boleh mengatakan ‘tidak’ jika Anda mengatakan tidak, maka persoalan ini selesai sampai di sini.”

Yang membuat orang sangat takjub adalah ucapan dari si pendonor, “Saya besedia, meskipun dia adalah seorang penjahat yang akan segera dihukum tembak. Asalkan dia masih bisa hidup sehari lebih, asalkan dia membutuhkan saya, saya tetap masih bersedia menjadi pendonornya.”

Seorang manusia yang memiliki kelapangan dada sedemikian besar, maka kami terpaksa melakukan transplantasi sumsum tulang bagi narapidana itu.

Setelah tansplantasi, reak-si dari narapidana itu sangat bagus. Ketika dia tahu bahwa meskipun pendonor sudah sangat jelas dengan identitasnya sebagai seorang narapidana, tetapi masih mau bermurah hati mendonorkan sumsum tulangnya, menyebabkan dia merasa sangat terharu dan menjadi insyaf.

Sejak itu di dalam penjara dia bekerja keras demi kemakmuran negara, kemudian dia masuk sekolah kejuruan perawat, setelah lulus dari sekolah perawat, dia mengajukan permintaan menjadi perawat pria di bagian transplantasi sumsum tulang di rumah sakit kami.

Sekarang dia sudah mengabdi di rumah sakit kami untuk beberapa tahun lamanya, pekerjaan utamanya adalah memberi penjelasan kepada seluruh penderita tentang tansplantasi sumsum tulang itu apa. Oleh karena dia sendiri pernah menjalani transplantasi sumsum tulang, maka hasil penjelasannya jauh lebih baik daripada yang diberikan oleh perawat-perawat pada umumnya.

Menyebarkan pikiran baik ternyata memiliki kekuatan yang sangat besar. Adanya sekilas pikiran baik untuk mendonorkan sumsum tulang, bukan hanya telah menolong sebuah nyawa, namun juga telah menolong merubah hati seseorang yang jahat menjadi baik. Dengan berkurangnya satu orang penjahat di muka bumi ini, maka ketenteraman hidup pun meningkat.

Hal tersebut mengingatkan saya ketika masih kuliah di Universitas Yale.
Pada suatu hari saat sedang menunggu lift, di samping saya berdiri seorang pria negro tinggi dan tampan mengenakan kemeja merah.

Saya bertanya kepadanya, “Anda hendak ke lantai berapa?”
Dia mengatakan lantai-9. Sewaktu saya katakan bahwa lantai itu adalah bagian penyakit anak-anak, dia berkata, “Memang benar! Saya akan pergi ke ruangan ICU penyakit anak-anak dan menjadi relawan di sana.”

Dia melanjutkan, “Dulu saya terlahir dalam kondisi sangat kritis, dan dirawat di rumah sakit ini selama lima bulan baru diijinkan pulang ke rumah. Sekarang saya sudah dewasa, maka saya hendak menjadi relawan di sini.

Hal ini memberi saya satu kesan yang sangat mendalam. Daerah pemukiman orang kulit hitam di sekitar Universitas Yale, acapkali dipandang sebagai daerah yang kurang aman bagi orang lain.

Dia memberitahu kepada saya, ketika itu para dokter semuanya menyebut dirinya sebagai anak “ratusan juta dollar”. Harus menghabiskan ratusan juta dollar untuk menancapkan selang guna menolong jiwa seorang anak yang kelak mungkin bisa menjadi seorang pemadat. Lantas apa gunanya? Sudahlah tidak perlu ditolong! Ini merupakan suara hati dari kebanyakan dokter.

Akan tetapi, kebijakan rumah sakit yang juga dengan pertimbangan perikemanusiaan telah memutuskan untuk memberikan pertolongan ini. Merasa sangat berterima kasih kepada orang-orang yang dulu telah bersedia menolongnya, sekarang dia merasa berkewajiban untuk membalas kebaikan ini kepada masyarakat.

Karena itu, banyak sekali persoalan di dunia ini yang tidak bisa diukur dengan uang.
Jika menggunakan uang sebagai tolok ukur, maka di dunia ini hanya akan ada beberapa persoalan saja yang cukup berharga untuk dilakukan. Setidaknya jika masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan Anda, maka Anda pasti akan merasa bahwa hal itu tidak cukup berharga untuk dilakukan.

Seperti halnya pemuda itu, dia kembali ke rumah sakit itu menjadi relawan, tidak peduli seberapa besar pengorbanan yang bisa dia lakukan, tetapi justru hanya dari ketulusan niatnya ini, telah mengharukan entah berapa banyak orang!

Sesungguhnya besar kecilnya niat baik yang ada bu-kanlah yang utama, yang ter-penting adalah usaha untuk selalu menyebarkan niat baik ini dalam kehidupan ini. (Minghui.net/lin)

SelamaT Datang dan Selamat membaca semoga bermanfaat bagi anda

^^

Nyaman kan anda masuk ke tempat saya